Matematika Dalam Judi

Matematika Dalam Judi

Matematika Dalam Judi – Matematika merupakan pelajaran yang telah kita pelajari sejak dari sekolah dasar. Bahkan dalam kehidupan kita sehari-hari ada beberapa yang erat hubunganya dengan Matematika. Bregitu juga dengan dunia Judi. Terdapat beberapa aspek judi yang melibatkan matematika. Di Matematika sendiri judi merupaka asal mula terciptanya teori peluang. Karena ketika kita bermain judi sederhana peluang kita menang 50 : 50 atau 1 menang berbanding 1 kalah. Lantas bagaimana dengan judi yang lain?

Menurut catatan sejarah, teori peluang berakar pada perjudian sebagai cabang matematika. Ya, perjudian. Teori peluang muncul karena pemain harus menganalisis taruhan mereka. Antoine Gombaud (1607-12/29/1684) yang bisa dikatakan sebagai pencetus lahirnya teori peluang, biasa disebut Chevalier de Melle yang artinya Ksatria Melle.

Pada abad ke-17, bermain dadu menjadi populer di Prancis. Pada masa itu, para pemain membuat keputusan taruhan berdasarkan insting dan pengalaman, tetapi yang dilakukan oleh Antoine Gombaud tidak demikian dan Dia berpikir untuk melakukan analisis sebelum bermain permainan dadu.

Salah satu permainan dadu paling populer saat itu memiliki kemungkinan akan muncul :

  • Jika Anda melempar dadu 4 kali akan mendapatkan paling tidak satu mata 6 .
  • Jika Anda melempar sepasang dadu 24 kali akan mendapatkan paling tidak satu mata 6 ganda.

Lalu ketika melihat peristiwa ini, Gambaud mulai melakukan analisanya. Dan dia pun berasumsi bahwa yang terjadi adalah :

  1. Peluang untuk munculnya mata 6 dari pelemparan sebuah dadu adalah 1:6. Jika dilempar 4 kali maka peluangnya adalah 4 x (1:6) = (4:6) = 2:3
  2. Peluang untuk munculnya mata 6 ganda dari pelemparan sepasang dadu adalah 1:36. Jika dilempar 24 kali maka peluangnya adalah 24 x (1:36) = (24:36) = 2:3

Ternyata peluangnya sama saja menurut Gombaud. Lalu dia pun mencoba bertaruh pada permainan dadu selama 24 kali lemparan dadu, lalu hasilnya tidak sesuai dengan ekspestasi dia. Selama lemparan itu dia kalah terus. Sehingga ini membuat dia penasaran dan bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan cara berpikir dia. Lalu dia pun mencoba berkonsultasi kepada Blaise Pascal, yang merupakan ahli matematika hebat pada masa itu.

Masalah yang dialami Gombaud sendiri adalah salah satu yang coba dijawab oleh banyak matematikawan, termasuk Luca Patchouli pada tahun 1694 dan Niccolò Tartaglia pada abad ke-16, tetapi kedua matematikawan tersebut menemukan jawaban yang dirasa tidak memuaskan.

Pascal kemudian menghubungi ahli matematika hebat lainnya, Pierre de Fermat, untuk membahas masalah Gumbaud. Nah, hasil perdebatan antara dua matematikawan hebat ini menjadi titik tolak teori probabilitas.

Cara Berpikir Gombaud Keliru

Ada dua kesalahan dalam penalaran oleh Goumbaud .

  • Jika suatu peristiwa diulang n kali, nilai probabilitas tidak akan digandakan n kali, tetapi dipangkatkan ke n.
  • Dia salah memahami frasa “setidaknya satu” yang berarti bahwa itu bukan hanya terjadi sekali.

Oleh karena itu, peluang pelemparan sebuah dadu lebih besar daripada peluang pelemparan dua dadu. Masalah yang dihadapi Goumbaud dikenal sebagai Paradox de Méré. Dikatakan Paradoks karena berlawanan dengan intuisi kebanyakan orang. Mirip dengan Paradoks Monty Hall.

Cerita Orang Menggunakan Matematika Dalam Permainan Judi

Ada beberapa kisah unik ketika orang yang ahli dalam matematika memakainya untuk melakukan permainan judi di Kasino. Tentunya peluang mereka menang lebih besar di banding orang laim. Karena mereka meminimalisirkan kekalahan melalui ilmu matematika. Akan kita bahas saja siapa orang tersebut.

Michael Shackelford Dewa Judi Amerika

Ingat film komedi “The God of Gambler” yang dibintangi Stephen Cow? Film legendaris ini sering ditayangkan di saluran TV Indonesia. Adegan-adegannya yang lucu, kocak, dan menegangkan membuat film ini populer di kalangan penonton Indonesia. Tapi tahukah Anda bahwa ada dewa judi nyata di dunia nyata?

Dialah Michael Shackleford dari Amerika, lahir pada tahun 1965. Shackleford memenangkan taruhan karena penerapan ilmu probabilitas pada matematika statistik. Tidak seperti Stephen Cow, yang memenangkan taruhan karena kemampuan magisnya untuk mengganti kartu sesuka hati.

Shackelford menjadi ‘Pemain Blackjack Terbaik di Dunia 2011’ yang memenangkan Kompetisi Blackjack Internasional. Shackleford adalah ahli matematika kasino di Universitas Nevada, Las Vegas dan  juga seorang profesor disana. Permainan kasino termasuk Baccarat, Dragon Tiger, 7-Up Baccarat, Sic Bo dan Roulette. Tentu saja, strategi dan formula berbeda untuk masing-masing game ini. Shackleford menyusun strategi untuk permainan kasino ini ke dalam buku legendarisnya yang berjudul Perjudian 102, Strategi Terbaik untuk Semua Permainan Kasino.

Mungkin pertanyaan di benak kita adalah berapa persentase perjudian yang sebenarnya bisa dimenangkan dengan menggunakan analisis matematika. Apakah probabilitas menang 100%? Shackleford mengatakan dia telah memenangkan banyak uang selama bertahun-tahun berjudi, dengan peluang 5,4% untuk kalah . Karena itu, Anda masih bisa kalah. Menurut Shackleford, menggunakan sistem lotere meningkatkan peluang Anda untuk kalah hingga 50%.

Zeljko Ranogajec alias The Joker

Pria berusia 61 tahun asal Australia, Zeliko Ranogajek alias Joker mendapat julukan pemain profesional terhebat dunia. Tidak mengherankan bahwa operasi perjudian Ranogajec menghasilkan lebih dari $3 miliar per tahun di seluruh dunia, menurut laporan Sydney Morning Herald.

Salah satu jenis perjudian yang menjadi spesialisasi Ranogajec adalah pacuan kuda. Dia telah bertaruh pada banyak pacuan kuda di seluruh dunia termasuk Jepang, Inggris, Selandia Baru dan Amerika. Orang dalam industri mengatakan Ranogajec adalah salah satu pemain paling cerdas dalam sejarah. Dia terkenal karena sering masuk ke arena permainan hanya dengan beberapa ratus dolar, tetapi kembali dengan jutaan. Dia menang berkali-kali sehingga nama Ranogajec masuk daftar hitam di sebagian besar kasino top Australia.

Kesuksesan Ranogajek di dunia perjudian konon diraih melalui keahliannya di bidang matematika. Ia sendiri belajar perdagangan dan hukum di University of Tasmania. Di sana, Ranogajec belajar pajak, keuangan, dan perbankan, tetapi tidak lulus karena ingin mengabdikan dirinya untuk berjudi.

Leave a Reply